we have to listen what is saying, and what is not saying ” — unknown –

http://ichadimas.wordpress.com/2008/12/25/we-can-read-them-like-a-book/

hhttp://btelblogger.esia.co.id/ichadimas/2008/12/25/we-can-read-them-like-a-book/

Dalam melakukan komunikasi, yang justru lebih patut kita percayai bukanlah kata kata yang terucap (verbal). Tapi justru pada kata kata yang tidak terucap (non verbal). Orang bisa saja mengatakan “Ya, saya tidak ada masalah denganmu”, tapi ketika dia tidak berani melakukan kontak mata, posisi tubuhnya tampak defensif, terlihat cemas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dia punya masalah. See, we can read them like we read the book !!!

Kita bisa membaca dan memaknai orang lain meskipun tidak terucap.
Menurut Albert Mehrabian, dalam berkomunikasi, ada 3V yang harus kita perhatikan, dan masing masing punya kontribusi terhadap komunikasi yang terjadi :

1. Verbal (7%), kata kata yang diucapkan
2. Vocal (38%), tone of voice, bagaimana kata kata itu diucapkan, kita bisa melihat intonasi, tekanan suara, kecepatan, ketinggian nada, lafal, volume, repetisi yang terjadi dan sebagainya. Kita berbicara tentang paralinguistik di sini.
3. Visual(55%), ini adalah bahasa tubuh kita, body language, misalnya kontak mata , ekspresi wajah, bentuk bibir, kerutan mata, perubahan bentuk pupil, posisi tubuh, gerakan kepala, jarak yang dibuat, jabatan tangan, sentuhan, diam, artifak(cara berpakaian, berdandan) dan sebagainya.

Point nomor 2 + 3 adalah Non Verbal. Coba lihat, Aspek non verbal sendiri memainkan peran dan berkontribusi 93%, sementara sisanya (7%) adalah aspek verbal. Tentu saja, seharusnya terjadi keselarasan antara ketiga aspek tersebut. Tapi jika terjadi discrepancy, percayalah, sebaiknya kita lebih mempercayai aspek non verbal (Vocal dan Visual). Karena aspek verbal sebenarnya tidak begitu relevan.

If we can read them like the book, vice versa !, we are the book and can be read. Kita juga adalah buku yang bisa dibaca. Maka jika ingin berkomunikasi dengan efektif, kita harus memperhatikan 3V tersebut !.

Apalagi jika anda menghadapi bos anda :) . Bos anda mungkin dengan mudah menemukan kebohongan dalam penjelasan anda jika nada suara anda tidak mengandung unsur keyakinan, ada inkonsistensi nada, ada kecemasan, apalagi jika gerakan bola mata kita nampak tidak confidence. Be ware !!

Tips nya sederhana .. be honest !! never hide the fact !!. Tentu saja kita tidak ingin malu, jika tidak ingin malu dan tetap ingin jujur, ya mau tidak mau kita harus commit dengan pekerjaan kita, harus aware dengan apa yang terjadi. Jadi tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Tidak perlu bohong sama bos, dan tidak mudah dibohongi anak buah anda !!!

Let’s read them like we read the book ! and be ready to be read !!